-->

Ketum PPWI Diduga Didiskriminasi, Fachrul Razi Ambil Aliha Kepemimpinan

Redaksi NKRI

JAKARTA - Sekertaris Jenderal (Sekjen) PPWI, Fachrul Razi mengambil alih sementara kepemimpinan PPWI dikarenakan Ketua Umum (Ketum) PPWI di proses hukum dan diduga kuat didiskriminasi.

Fachrul mengimbau seluruh pengurus dan anggota untuk menahan diri dan sabar, tidak gegabah dan tidak terprovokasi. Kata dia, saat ini pihaknya sedang menyaksikan proses penegakan hukum yang dirusak oleh oknum-oknum.

"Saya sampaikan bahwa pada hari ini, saya Fachrul Razi, Sekjen PPWI mengambil alih organsiasi PPWI yang hari ini mengalami kekosongan karena Ketua PPWI diproses secara hukum dan dikriminalisasi," ungkapnya.

Pihaknya akan menempuh jalur damai atau dengan cara-cara sesuai aturan hukum. Ia tidak mau ada pihak-pihak yang memboncengi penegak hukum sehingga proses penangkapan Wilson dilakukan tanpa prosedur hukum. 

Ia menyatakan juga marah betul dengan peristiwa dan juga video yang menunjukkan bagaimana Wilson diperlakukan tidak manusiawi ibarat teroris dan menjadi musuh bersama aparat.

Kata dia, ia menghargai aparatur negara, menghargai kepolisian dan menghargai teman- teman yang ada di Lampung, khususnya Lampung Timur. Tapi penegakkan hukum harus ditegakkan bukan berarti melakukan tindakan dengan cara kekerasan.  

Ia meminta kepada seluruh anggota PPWI untuk bisa menahan diri dan menghadapi secara baik-baik serta diselesaikan secara musyawarah dan damai. Tapi kalau ini tetap dilanjutkan, pihaknya akan melanjutkan sampai proses hukum ditegakkan seadil-adilnya.

Lanjutnya, jika ada waktu untuk rekonsiliasi dan menempuh jalur damai, pihaknya memiliki ruang untuk teman-teman (oknum petugas) yang melakukan kekerasan terhadap Wilson. 

Sebaliknya, apabila tidak ada jalur lain dan Wilson akhirnya dikriminalisasi, diproses secara hukum, bahkan dipenjara maka pihaknya akan tempuh jalur selanjutnya di jalur hukum dan jalur politik.

"Perlu kita ketahui bahwa di atas langit ada langit, di atas pangkat ada pangkat, di atas jabatan ada jabatan. Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya  jatuh juga," tegasnya.(*)
Komentar Anda

Terimakasih Atas Kunjungannya,

Berita Terkini