Manuver Perang

NKRITERKINI.COM - Seaman apapun suatu kondisi, peluang kemungkinan terjadinya perang itu akan selalu ada sehingga pada dasarnya kita harus ...

NKRITERKINI.COM - Seaman apapun suatu kondisi, peluang kemungkinan terjadinya perang itu akan selalu ada sehingga pada dasarnya kita harus selalu siap jika peperangan terjadi. Industri – industri persenjataan mungkin akan gulung tikar jika tidak ada konsumen yang membutuhkan dan membeli produknya. Konsumen membeli berbagai produk persenjataan karena peluang terjadinya perang selalu ada, meskipun dengan alasannya masing – masing.

"Perang sebenarnya merupakan suatu fenomena yang kompleks, dan ada banyak variabel yang mempengaruhi sebuah keputusan untuk menyatakan PERANG, termasuk variabel yang berpengaruh terhadap kemenangan ataupun kekalahan dalam perang. Termasuk melakukan 'manuver perang' sebagaimana disampaikan oleh Prof. James J. Schneider dengan Teori Militer-nya dan juga Prof. Robert R. Leonhard dalam buku The Principles of War for The Information Age," kata Pemerhati Hankam, Dede Farhan Aulawi di Bandung, Selasa (7/2).

Menurutnya, untuk lebih memahami hal – hal yang terkait dengan manuver perang ini bisa belajar dari teori Sun-Tzu dalam bukunya The Art of War yang mengatakan bahwa manuver merupakan tindakan pengerahan pasukan dan memahami tentang musuh untuk mendapatkan keuntungan. 

Dimana jenis pengerahan pasukan ini dibedakan menjadi 4 berdasarkan jenis area-nya, yaitu :
1. Pengerahan pasukan di pegunungan. Cari medan/wilayah yang layak untuk diperjuangkan dan dipertahankan, kemudian kuasai ketinggian. Jika musuh menguasai ketinggian jangan diserang.

2. Pengerahan pasukan di sungai. 
Jaga jarak dengan musuh dan jangan menyerang mereka ketika berada dalam air. Keuntungan akan datang saat setengah dari pasukan musuh telah menyeberang sungai.

3. Pengerahan pasukan di rawa dan lahan basah. 
Konsentrasikan pasukan untuk keluar dari wilayah tersebut. Jika harus menyerang musuh harus berada di daerah rawa yang banyak rumputnya.

4. Pengerahan pasukan pada tanah yang datar. 
Posisikan pasukan membelakangi daerah yang permukaannya lebih tinggi.

Dede juga menjelaskan bahwa jika melihat konteks berperang saat periode Sun-tzu, keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing kerajaan membuat para ahli strategi berusaha membuat setiap konfrontasi menjadi lebih ekonomis. Manuver cerdik suatu negara akan menghemat biaya, akan tetapi tetap dapat menang. 

Sun-tzu berkata, "Meraih seratus kemenangan dalam seratus pertempuran bukanlah kesempurnaan tertinggi. Kesempurnaan tertinggi adalah menaklukkan pasukan musuh tanpa bertempur sama sekali".

Sementara itu menurutnya ada 4 prinsip utama dalam manuver perang, yaitu pertama, susunlah rencana bercabang. Perencanaan dibuat dengan beberapa alternative pilihan rencana, berakar dari analisa situasi yang rinci sehingga memungkinkan bagi pemimpin untuk memutuskan pilihan rencana yang akan digunakan, tergantung dari situasi peperangan. 

Rencana yang bercabang akan selalu menempatkan pasukan dalam posisi unggul, karena respon terhadap perubahan situasi lebih cepat dan lebih rasional.

Kedua, beri diri sendiri ruang bermanuver. Tidak membebani diri dengan komitmen-komitmen yang membatasi pilihan diri sendiri. Kita membutuhkan ruang terbuka yang menguntungkan, bukan posisi buntu untuk menyelesaikan masalah.

Ketiga, memberi musuh dilemma, bukan masalah. Memberikan lawan sebuah masalah hanya akan membuat lawan mudah untuk mengatasinya. Namun jika lawan diberikan dilemma, hal tersebut akan menyulitkan lawan sehingga meresponnya dengan pilihan-pilihan strategi yang buruk. Berusaha menempatkan lawan dalam posisi yang tampaknya menguntungkan, namun sebenarnya itu adalah perangkap.

Keempat, ciptakan ketidakteraturan maksimal. Musuh tentu juga akan berusaha membaca niat kita dalam peperangan. Namun jika kita menciptakan ketidakteraturan pada pilihan manuver yang diambil tapi tetap mempunyai maksud yang jelas, maka hal terebut akan menciptakan ketidakteraturan pula pada sistem berpikir musuh.

Sementara itu, Martin van Creveld mengatakan bahwa manuver adalah sebuah gaya berperang, sebuah usaha untuk meminimalisir pertempuran sesungguhnya. Menempatkan musuh dalam posisi yang tidak menguntungkan sebelum pertempuran dimulai, dan ketika pertempuran berakhir baru dimulai pencarian keuntungan semaksimal mungkin dengan mengejar musuh, membuat musuh tetap kehilangan keseimbangan, dan menyerang bagian vital-nya.

Kemudian Dede juga menambahkan bahwa dalam operasi militer masa kini, manuver tidak hanya dapat diterapkan pada unit sebesar korps, namun manuver dapat diterapkan pada unit yang kecil. Dalam operasi kecil unit, manuver dapat membuat unit kecil lebih mudah untuk mengeksploitasi medan, menjaga, menutup, dan perebutan posisi, sambil menunggu saat yang tepat untuk menyerang tiba. 

Dalam hal ini, unit tersebut berfungsi seperti pemburu. Bahkan, unit pemburu adalah sumber dari banyak taktik yang dipraktekkan dalam perang manuver. Dalam prakteknya, taktik menuver sering digunakan untuk menjepit musuh dari depan dan menyerang samping serta belakang posisi musuh. Sedangkan manuver unit yang lebih besar tentu lebih sulit dikarenakan banyaknya logistik yang dibutuhkan.

Ada juga pendapat dari Robert Greene yang mengatakan bahwa Perang Manuver merupakan salah satu gaya perang, dimana penekanan bukan pada menghancurkan musuh saat peperangan, melainkan melemahkan dan menjadikan kondisi musuh tidak seimbang sebelum pertempuran dimulai. Musuh ditempatkan pada posisi yang buruk, seperti bertempur saat harus mendaki bukit, menghadap matahari yang terik, melawan angin yang kencang, atau berada di ruang yang sesak. 

Dalam prakteknya, untuk melakukan manuver harus memperhatikan beberapa elemen, yang pertama adalah tempo. Berbeda dengan kecepatan, tempo tidak hanya mengandalkan aksi. Tempo adalah lingkaran proses observasi – orientasi – keputusan – aksi, yang dikenal dengan lingkaran OODA (observation-orientation-decesion-action). Inti dari lingkaran itu adalah membuat suatu pihak dapat berpindah dari satu aksi ke aksi berikutnya lebih cepat daripada lawannya, sehingga lawan pun kehilangan keseimbangan.

Kedua adalah Schwerpunkt, dari bahasa Jerman yang berarti titik berat. Dalam hal manuver berarti menyerang center of gravity atau titik vital musuh pada lokasi dan waktu yang tepat dengan kekuatan penuh. Namun jika mengasumsikan bahwa musuh juga memiliki kecerdasan yang tinggi, maka manuver perlu tambahan elemen, yaitu kejutan yang merupakan elemen ketiga dalam praktek manuver. Kejutan bisa dilakukan dengan membuat penipuan terhadap musuh, membuat musuh bingung, tidak seimbang, dan mendapatkan ketidakpastian dalam setiap rencananya. Ketika musuh telah dikondisikan sedemikian rupa, maka itulah saatnya menyerang.

Keempat adalah kekuatan kombinasi. Kekuatan masing-masing kesatuan dalam pasukan jika digabungkan dan dikerahkan, akan menutupi kelemahan dan melengkapi kekuatan pasukan satu sama lain. Dalam mongkombinasikan kekuatan, keberagaman sangat penting, proporsional sesuai misi yang diemban.

Kelima adalah fleksibilitas. Untuk menjadi fleksibel, organisasi militer harus dibangun dengan baik, mandiri, dan tidak terlalu khusus. Hal tersebut untuk mencegah standarisasi kemampuan yang berlebihan pada pasukan. 

Keenam adalah desentralisasi komando. Adanya distribusi tanggung jawab antara berbagai tingkat komando akan membuat pasukan lebih fleksibel. Tingkat yang lebih rendah harus diberikan hak dan sarana untuk melaksanakan inisiatif mereka sendiri, menyesuaikan diri dengan situasi, dan mendapatkan saat yang tepat untuk menyerang. Dalam manuver perang, unit dan komandan yang hanya mengikuti perintah atau menunggu perintah menjadi tidak berguna.

"Itulah sekilas gambaran dan pengetahuan dasar mengenai manuver perang. Meskipun penjelasannya sangat singkat, tetapi mudah – mudahan bisa membuka cakrawala literasi berfikir dan bertindak. Semoga bermanfaat," pungkas Dede. (Red)

KOMENTAR

BLOGGER

JAKARTA


HUKUM

Nama

Aceh #Tenggelam Aceh Aceh Barat Aceh Barat Daya Aceh Besar Aceh Jaya Aceh Selatan Aceh Singgkil Aceh Singkil Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Tenggara Aceh Timur Aceh Utara Agama Asahan Badak Banten Bakti Sosial Bali Balikpapan Banda Aceh Bandar Lampung Bandung Banjar Banjir Banten Banteng Banyumas Batu Bekasi Bencana Alam Berita Pilihan Berita Utama Bhayangkari Bireun BNN BNPT Bogor Boyolali BPJS BRI Budaya Catatan Redaksi Ciamis Cilacap Cilegon Daerah Dandim Demo Demokrat Depok Desa DPDRI Ekonomi Foto Foto Video Garut Gaya Hidup Gayahidup Gayo Lues Gemar Hankam Headliene Headline Headline. Hiburan HSN Hukum HUT Bhayangkara HUT RI Idul Adha Ikan Indro Tjahyono Info Covid-19 Infrakstruktur Infrastruktur Insfrastrktur Insfrastruktur Intelijen Internasional Iternasional Jakarta Jalan Jalan Macet Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Tengah TNI Jawa Timur Jayapura Jepang Joneponto Jumat Bersih Kalimantan Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Kappija Karya Bakti Katingan KCK Kebakaran Kebudayaan Kebumen KEDIRI Kedsehatan Kejaksaan Negeri Aceh Singkil Kemanunggalan Kemendes Kementan Kendari Kerawang Kesehatan KIP Aceh Singkil Kolaka Komsos Komunikasi Sosial Konawe Selatan Kontruksi Korban Konflik Korea Selatan Korupsi Kota Tebing Tinggi Kotim KPK KPU Ksehatan Kuala Baru Lampung Lampung Selatan Langsa Lebak Legislatif Lhokseumawe Lhoksumawe Lingkungan Lowongan Wartawan Magelang Magetan Makan Malang Maluku Manado Maroko Mataram Medan Meulaboh MTQ Mukti Jaya Nabire Nagan Raya Narkoba Nasional Nasuonal NTB Nunukan Oku Selatan Olagraga Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Ormas Padang Palalawan Pamekasan Pandeglang Papua Papua Barat Parawisata Pasca Bencana Pasca Bencana Alam Pati Patroli Peemrintahan Pekalongan Peletakan Pemalang Pemerintah Pemerintah Desa Pemerintahan Penanggalan Pendididkan Pendidikan Penekanan Penghijauan Peraih Perikanan Peristiwa Peristiwa Aceh Perkebunan Pers Persit Pertama Pertanian Perustia Peternakan Pilek PKB Politik Politik Headline Polres Aceh Utara Polri Poltik Pontianak Poso PPWI Pramuka Presiden Jokowi Prestasi Profil PT Latinusa Tbk PT PLB PT Socfindo PT Socfindo Kebun Lae Butar PT.PLB PT.Socfindo Puisi Pulau Banyak Purbalingga Purbalinnga Purwokerto Purworejo PWI Rabat Ragam Rakyat Rapid Test Riau RSUD Aceh Singkil Rundeng Sanggau Semarang Sengketa Lahan Seoul Serang Sijunjung Simpang Kiri Singkawang Singkil Singkohor Sosial Sosialisasi Subulussalam Sukarejo Sulawesi Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Sultan Daulat Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Utara Sumedang Sumut Surabaya Surakarta Tanggerang Tasikmalaya Tegal Terkini TMMD TNI Tobasa Tokoh Ucapan HUT RI Ucapan Idul Fitri Ucapan Selamat Ucapan Selamat HUT KE 75 RI Unjuk Rasa Video Wisata wisata budaya Yogyakarta Yonif Raeder 301 Yonif Raeder 301/PKS Ziarah
false
ltr
item
NKRITERKINI.COM: Manuver Perang
Manuver Perang
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi9xD98PvN-0IrXw82Wat8n89xGaleK1t6Jx5EdSNUtCEFFcZ2y8JT921fQ_kY0UqrqjFdQK5wsf-1MUVoesFleMY3riCPNi3sGcEWHPB2-606_09dL4uMwU0n0LwMpxc0UGgtanhiw3YC0J3IsWwu2-LNP8wZ7r8rgsIkf1z9puzx388vzEAuSaIaaZA=s320
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi9xD98PvN-0IrXw82Wat8n89xGaleK1t6Jx5EdSNUtCEFFcZ2y8JT921fQ_kY0UqrqjFdQK5wsf-1MUVoesFleMY3riCPNi3sGcEWHPB2-606_09dL4uMwU0n0LwMpxc0UGgtanhiw3YC0J3IsWwu2-LNP8wZ7r8rgsIkf1z9puzx388vzEAuSaIaaZA=s72-c
NKRITERKINI.COM
https://www.nkriterkini.com/2023/02/manuver-perang.html
https://www.nkriterkini.com/
https://www.nkriterkini.com/
https://www.nkriterkini.com/2023/02/manuver-perang.html
true
6142316263983909778
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All DISARANKAN UNTUK DI BACA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy