Antisipasi Manuver Pergeseran Medan Pertempuran ke Indonesia

    Oleh : Dede Farhan Aulawi  Situasi dunia saat ini nampaknya sedang tidak baik-baik saja. Di saat pandemi covid 19 belum benar-benar puli...

 

 Oleh : Dede Farhan Aulawi 

Situasi dunia saat ini nampaknya sedang tidak baik-baik saja. Di saat pandemi covid 19 belum benar-benar pulih seratus persen, sudah timbul peperangan antara Rusia vs Ukraina, dan semua juga tentu tahu bahwa pertempuran tersebut sejatinya bukan hanya Rusia vs Ukraina semata, tetapi juga ada keterlibatan AS dan NATO. Meskipun sifat keterlibatannya masih dianggap tidak langsung. Mirisnya medan tempur dari dua kekuatan besar tersebut 'meminjam' tempat di Ukraina.

Para pengamat militer maupun analis pertahanan memprediksi bahwa peperangan tersebut kemungkinan besar akan berlangsung lama, sehingga sampai saat ini belum ada tanda-tanda pertempuran akan berakhir.

Jika dicermati dengan seksama, pertempuran yang terjadi bukan hanya dalam perspektif militer semata, tetapi juga ada pertempuran di dunia siber dan juga pertempuran media dan informasi untuk saling menjatuhkan mental dan psikologis lawan, serta sekaligus membangun dan memelihara semangat tempur internal masing-masing kekuatan.

Dalam konteks ini, nampaknya semakin banyak yang mengkhawatirkan kemungkinan perang tersebut bisa meluas bahkan berdampak pada lahirnya kobaran perang dunia ke 3. Jika hal ini terjadi, ada kemungkinan penggunaan senjata nuklir yang bisa mengancam keselamatan dunia. Termasuk kemungkinan penggunaan senjata biologis dan kimia, maka daratan Eropa diprediksikan akan mengalami kerusakan parah. Bahkan mungkin menjadi kiamat bagi peradaban manusia, khususnya di dataran Eropa.

Kemudian di saat yang bersamaan, Australia mengklaim kepemilikan pulau pasir di NTT, Indonesia. Hal ini tentu menimbulkan reaksi keras dan tegas dari pemerintah dan rakyat Indonesia, sehingga memungkinkan terjadinya peperangan antara Indonesia vs Australia. 

Jika perang ini pecah, kemungkinan besar AS dan Inggris akan ikut campur membantu Australia karena mereka telah membentuk fakta pertahanan sendiri yang disebut AUKUS.

AUKUS sendiri muncul sebagai aliansi baru di bawah kesepakatan trilateral yang dinilai  sebagai pakta keamanan.  Aliansi yang terdiri dari Australia, Inggris dan Amerika tersebut dianggap sebagai manuver untuk melawan dominasi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang dinilai semakin agresif di kawasan Indo-Pasifik.

Jika dilihat dari perspektif misinya, AUKUS dibentuk untuk menjaga stabilitas keamanan Indo-Pasifik. Namun kemungkinan yang terjadi justru sebaliknya dan menjadi latar belakang dari reaksi beragam negara-negara dalam kawasan salah satunya adalah Indonesia. Indonesia menyatakan kekhawatirannya terhadap perlombaan senjata yang mungkin tidak dapat terhindarkan.

Kemudian jika dianalisis menggunakan Regional Security Complex Theory dan Offense-Defense Theory dan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dapat diketahui bahwa dinamika geopolitik Indo-Pasifik cenderung memanas akibat persaingan pihak - pihak eksternal. Indonesia sebagai negara non-blok dan penganut politik bebas aktif tentu diharapkan mampu memaknai kembali prinsipnya dan tegas dalam mempelopori keamanan kolektif.

Apalagi dengan munculnya klaim sepihak terkait dengan pulau pasir yang pada akhirnya memancing perhatian banyak negara. Sikap Indonesia sendiri pasti akan tegas ketika berkaitan dengan kedaulatan wilayah. Jika masalah tersebut tidak bisa diselesaikan dengan diplomasi, maka konfrontasi nampaknya akan berujung pada peperangan. Indonesia tentu sudah siap dengan segala skenario terburuk yang mungkin terjadi saat berhadapan langsung dengan Australia.

Persoalannya Australia tidak berdiri sendiri, karena dibelakangnya ada AS dan Inggris. Kemudian jika Indonesia dikeroyok oleh mereka, negara - negara sahabat tidak mungkin berdiam diri. Sebut saja misalnya Rusia, China, Turki, Iran dan Korea Utara kemungkinan besar akan turun langsung membantu sehingga peperangan di Indo Pasifik ini kemungkinan akan menjadi peperangan besar dan menjadi awal perang terbuka ke arah Perang Dunia Ketiga.

Oleh karena itu, perkembangan situasi harus terus dipantau guna mengantisipasi kemungkinan terburuk. Semua anak bangsa harus dalam kondisi siaga. Negara yang meremehkan Indonesia kemungkinan lupa sejarah dengan ketangguhan perang bangsa Indonesia. Apalagi Indonesia juga memiliki banyak pasukan para militer dan laskar-laskar yang siap bergerak membela tanah airnya. Hal ini yang tidak banyak diketahui masyarakat dunia bahwa militer Indonesia memiliki kekuatan bayangan yang luar biasa untuk memukul mundur negara manapun yang mencoba menyerang Indonesia. 

Dari sketsa pertahanan nampaknya ada sesuatu yang patut diwaspadai yaitu upaya -upaya negara tertentu yang ingin memindahkan medan pertempuran yang sedang terjadi di Ukraina digeser ke Indonesia. Australia boleh jadi sebagai pihak yang mengumpan bola semata, dan pada akhirnya ada banyak kekuatan yang ingin meng-gol-kan tendangan ke gawang lawan.

Apalagi sebentar lagi pelaksanaan Presidensi G20 akan berlangsung di Bali pada saat kondisi dunia sedang kurang sehat. Segala kemungkinan harus dicermati dan direkalkulasi terhadap segala kemungkinan. Sekecil apapun variabel resiko harus diantisipasi guna meminimalisir kemungkinan adanya operasi asing yang berkolaborasi dengan aktor lokal. Semoga semua berjalan dengan baik dan situasi keamanan tetap terkendali dan kondusif. Aamiin YRA

KOMENTAR

BLOGGER

JAKARTA


HUKUM

Name

Aceh #Tenggelam Aceh Aceh Barat Aceh Barat Daya Aceh Besar Aceh Jaya Aceh Selatan Aceh Singgkil Aceh Singkil Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Tenggara Aceh Timur Aceh Utara Agama Asahan Badak Banten Bakti Sosial Bali Banda Aceh Bandar Lampung Bandung Banjar Banjir Banten Banteng Banyumas Batu Bekasi Bencana Alam Berita Pilihan Berita Utama Bhayangkari Bireun BNN BNPT Bogor Boyolali BPJS BRI Budaya Catatan Redaksi Ciamis Cilacap Cilegon Daerah Dandim Demo Depok Desa DPDRI Ekonomi Foto Foto Video Garut Gaya Hidup Gayahidup Gayo Lues Gemar Hankam Headliene Headline Headline. Hiburan HSN Hukum HUT Bhayangkara HUT RI Idul Adha Ikan Indro Tjahyono Info Covid-19 Infrakstruktur Infrastruktur Insfrastrktur Insfrastruktur Intelijen Internasional Iternasional Jakarta Jalan Jalan Macet Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Tengah TNI Jawa Timur Jayapura Jepang Joneponto Jumat Bersih Kalimantan Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Kappija Karya Bakti Katingan KCK Kebakaran Kebudayaan Kebumen KEDIRI Kedsehatan Kejaksaan Negeri Aceh Singkil Kemanunggalan Kemendes Kementan Kendari Kerawang Kesehatan KIP Aceh Singkil Kolaka Komsos Komunikasi Sosial Konawe Selatan Kontruksi Korban Konflik Korea Selatan Korupsi Kota Tebing Tinggi Kotim KPK KPU Kuala Baru Lampung Lampung Selatan Langsa Lebak Legislatif Lhokseumawe Lingkungan Lowongan Wartawan Magelang Magetan Makan Malang Maluku Manado Maroko Mataram Medan Meulaboh MTQ Mukti Jaya Nabire Nagan Raya Narkoba Nasional Nasuonal NTB Oku Selatan Olagraga Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Ormas Padang Palalawan Pamekasan Pandeglang Papua Papua Barat Parawisata Pasca Bencana Pasca Bencana Alam Pati Patroli Peemrintahan Pekalongan Peletakan Pemalang Pemerintah Pemerintah Desa Pemerintahan Penanggalan Pendididkan Pendidikan Penekanan Penghijauan Peraih Perikanan Peristiwa Peristiwa Aceh Perkebunan Pers Persit Pertama Pertanian Perustia Peternakan Pilek PKB Politik Politik Headline Polres Aceh Utara Polri Poltik Pontianak Poso PPWI Pramuka Presiden Jokowi Prestasi Profil PT Latinusa Tbk PT PLB PT Socfindo PT Socfindo Kebun Lae Butar PT.PLB PT.Socfindo Puisi Pulau Banyak Purbalingga Purbalinnga Purwokerto Purworejo PWI Rabat Ragam Rakyat Rapid Test Riau RSUD Aceh Singkil Rundeng Sanggau Semarang Sengketa Lahan Seoul Serang Sijunjung Singkawang Singkohor Sosial Sosialisasi Subulussalam Sukarejo Sulawesi Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Utara Sumedang Sumut Surabaya Surakarta Tanggerang Tasikmalaya Tegal Terkini TMMD TNI Tobasa Tokoh Ucapan HUT RI Ucapan Idul Fitri Ucapan Selamat Ucapan Selamat HUT KE 75 RI Unjuk Rasa Video Wisata wisata budaya Yogyakarta Yonif Raeder 301 Yonif Raeder 301/PKS Ziarah
false
ltr
item
NKRITERKINI.COM: Antisipasi Manuver Pergeseran Medan Pertempuran ke Indonesia
Antisipasi Manuver Pergeseran Medan Pertempuran ke Indonesia
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIgtKOCpzvoo9nQ4_LxPprgSJ9EuJTbxxCD9y0sxE8k-fC4cAQXxQCojR2E8p1kw0e310zbM3BFLad7vnRnxKWYfhFnfBJYVrc7eCMb271n3DtpbxeMJ5vTeQ1vE2pa5RU89GuQ8h14EhtCJwfFntuap2kEHPwqg7i7V0dfi3KGcoT3oyo7FhBlRDq/w400-h180/Dede%20Farhan.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIgtKOCpzvoo9nQ4_LxPprgSJ9EuJTbxxCD9y0sxE8k-fC4cAQXxQCojR2E8p1kw0e310zbM3BFLad7vnRnxKWYfhFnfBJYVrc7eCMb271n3DtpbxeMJ5vTeQ1vE2pa5RU89GuQ8h14EhtCJwfFntuap2kEHPwqg7i7V0dfi3KGcoT3oyo7FhBlRDq/s72-w400-c-h180/Dede%20Farhan.jpg
NKRITERKINI.COM
https://www.nkriterkini.com/2022/11/antisipasi-manuver-pergeseran-medan.html
https://www.nkriterkini.com/
https://www.nkriterkini.com/
https://www.nkriterkini.com/2022/11/antisipasi-manuver-pergeseran-medan.html
true
6142316263983909778
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All DISARANKAN UNTUK DI BACA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy